-->

Iklan

Iklan

𝗗𝗶𝘀𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗱𝗮𝗴 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗤𝗥𝗜𝗦 𝗸𝗲 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Redaksi
Kamis, 15 Oktober 2020, 1:12 PM WIB Last Updated 2020-10-30T06:14:40Z

 

𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam bersama Bank BJB Cabang Batam terus melakukan sosialisasi dan edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Sosialisasi antara lain dilakukan kepada pedagang pasar tradisional di pasar hang tuah batu besar, Rabu (14/10). Pelaksanaan sosialisasi pun tak lupa dengan menerapkan protokol kesehatan.



Di tahap pertama, rencananya akan ada dua sasaran pasar yang akan diimplementasikan sistem pembayaran non-tunai, yakni Pasar Hang Tuah Batu Besar dan Pasar Seroja Dapur 12.


Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam Zulkarnain mengatakan ini merupakan langkah komunikasi dan sosialisasi penggunaan QRIS. Targetnya adalah pengelola tempat perbelanjaan, seperti pasar tradisional dan lain-lain.


"Edukasi terus kami lakukan kepada pedagang pasar tradisional. Tujuannya agar pedagang pasar tradisional paham bagaimana cara menggunakan QRIS. Sementara pedagang pasar tradisional yang belum memiliki QRIS diimbau untuk mendaftar, agar bisa diberikan QRIS," katanya.


Penggunaan QRIS diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat khususnya pedagang pasar tradisional dalam bertransaksi. Dengan QRIS pedagang tak perlu menyediakan uang kembalian lagi. Selain itu uang akan langsung masuk ke dalam rekening.


“QRIS ini dapat melindungi pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi. Sebab, bertransaksi pakai QRIS itu sangat aman dan tidak ribet, dan terhindar dari kemungkinan peredaran uang palsu,” ujarnya.


Untuk itu, kata dia, pedagang harus punya barcode QR rekening yang dikeluarkan bank. Sedangkan bagi pembeli, pakai QRIS sebagai kanal pembayaran itu harus punya aplikasi seperti OVO, Dana, LinkAja atau mobile banking yang sudah memiliki QR scanner seperti BCA, BRI, Mandiri, BNI, Sinarmas, Maybank, CIMB, dan lainnya.


“Jika semua itu sudah dimiliki maka tinggal pakai. Pembayaran lewat kanal QRIS bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” terangnya.


Usai memberikan sosialisasi, Zulkarnain mengajak pedagang praktik transaksi memakai QRIS. Dan saat itu pedagang mendaftar sejumlah 25 orang.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 𝗗𝗶𝘀𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗱𝗮𝗴 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗤𝗥𝗜𝗦 𝗸𝗲 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Terkini

Topik Populer

Iklan