Pasien Virus Corona di Diamond Princess Naik Menjadi 400 Orang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pasien Virus Corona di Diamond Princess Naik Menjadi 400 Orang

Redaksi
Senin, 17 Februari 2020

DikepriNews.com, Jakarta - Jumlah penumpang tertular virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess bertambah. Dari 355 orang pada pekan lalu, angka tersebut naik menjadi 454 orang pada sore ini, Senin, 17 Februari 2020.

"Sejauh ini, otoritas kesehatan di Jepang sudah memeriksa 1723 orang (dari 3000 orang) yang berada di dalam kapal," sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Senin, 17 Februari 2020.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kapal pesiar Diamond Princess terjebak di demaga Yokohoma sejak dua pekan lalu. Gara-garanya, salah satu penumpang mereka terdeteksi membawa virus Corona ketika diperiksa di Hong Kong, 1 Februari lalu.

Selama dua pekan tersebut, penumpang Diamond Princess tidak diperbolehkan turun dari kapal. Mereka harus menjalani tes kesehatan dahulu untuk memastikan apakah tertular virus Corona atau tidak. Bagi mereka yang positif tertular, akan langsung dibawa ke fasilitas khusus untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, yang tidak tertular, dipertahankan di kapal.

Rencananya, proses pemeriksaan kesehatan di Diamond Princess akan berakhir pada Rabu esok. Mereka yang sehat diperbolehkan pulang setelah tanggal itu. Namun, tiap harinya, jumlah pasien virus Corona malah terus bertambah. Akhirnya, pemerintah sejumlah negara memutuskan untuk mengevakuasi warga mereka lebih awal. Amerika adalah salah satunya.

Tidak semua penumpang setuju dengan langkah evakuasi yang disiapkan. Beberapa memilih bertahan karena enggan menjalani masa karantina lagi setibanya di negara asal. Tidak sedikit juga yang ingin segera pulang karena merasa penanganan di Diamond Princess tidak mumpuni.

Cheryl Molesky, yang berasal dari New York, memilih untuk dievakuasi karena dia ingin segera pulang dibanding bertahan di kapal dengan resiko tertular virus Corona. "Kami lega akhirnya bisa pulang. Sedikit kecewa karena kami harus dikarantina lagi, tetapi itu mungkin yang terbaik," ujarnya.

Matthew Smith, yang juga berasal dari Amerika, memilih untuk menetap di Diamond Princess hingga karantina usai pada hari Rabu nanti. Setelah itu, ia akan pulang sendiri ke Amerika. Ia mengaku malas dikarantina lagi di mana merupakan bagian dari proses evakuasi Amerika.

"Dan saya juga melihat ada penumpang yang berbicara terhadap satu sama lain tanpa masker. Jika terjadi penyebaran lagi, itulah penyebabnya. Kamu ingin saya naik di pesawat yang sama dengan mereka?" ujarnya
Sumber:Tempo.co