Heboh Uang 16 Juta Raib, Nasabah BRI: Bukan karena Skimming

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Heboh Uang 16 Juta Raib, Nasabah BRI: Bukan karena Skimming

Redaksi dikeprinews.com
Senin, 03 Februari 2020

DikepriNews.com, Jakarta - Nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI yang sempat mengaku kehilangan uang senilai Rp 16 juta beberapa waktu lalu menyampaikan pernyataan setelah mendapat laporan hasil investigasi dari bank pelat merah itu.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BRI Wilayah Makassar, Sabtu pekan lalu. Andi Bungawati, nasabah BRI yang pernah mengaku uangnya raib tersebut, menyatakan telah menerima hasil penyelidikan yang dilakukan BRI.

Dari hasil investigasi itu, Bungawati mengakui bahwa kejadian tersebut bukanlah merupakan kejadian skimming, maupun kesalahan sistem BRI. "Berkat bantuan pihak BRI, pelaku yang melakukan penarikan menggunakan kartu ATM milik saya, identitasnya sudah dapat diidentifikasi dan bukan dari pihak internal BRI," kata Bungawati, Sabtu, 1 Februari 2020.

Bungawati juga menyampaikan permohonan maaf kepada BRI dan masyarakat atas berbagai pemberitaan yang selama ini telah beredar luas di berbagai media. "Saya berharap melalui press conference ini dapat menjernihkan masalah yang ada dan kita sama-sama menemukan jalan keluar terbaik, " ucapnya.

Sebelumnya, Bungawati melalui akun Twitter-nya @Abunga05006 menceritakan perihal kehilangan uang dengan nilai total Rp 16 juta pada 25 Desember 2019 silam. “Tepat saat aku bangun shalat subuh dan aktifkan hp dan jeng jeng masuk notifikasi penarikan beberapa kali total 16jt. Sumpah shock banget dan langsung cek kartu ATM & buku rekening semuanya aman masih ada sama saya,” demikian tulis pemilik akun Twitter tersebut.

Postingannya itu kemudian berkembang viral. Nasabah tersebut kemudian langsung menghubungi pihak BRI untuk dibuatkan laporan dan melakukan pemblokiran kartu ATM. Dia juga mendatangi kantor BRI terdekat untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.

Akan tetapi, pada saat membuat laporan, nasabah tersebut mendapat penjelasan bahwa penarikan uang via ATM tidak mungkin dilakukan hingga Rp 16 juta per hari. Pihak BRI memberi informasi bahwa penarikan maksimal uang melalui ATM adalah Rp 10 juta per hari untuk jenis kartu yang digunakan nasabah terkait.

Saat itu Corporate Secretary BRI Hari Purnomo menyatakan perseroan tengah melakukan investigasi terhadap kejadian penarikan uang di lokasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Matoangin, Makassar. Hal itu merespons pemberitaan hilangnya dana nasabah Bank BRI yang dialami oleh pemilik akun Twitter @Abunga05006.

"Apabila memang terbukti terjadi tindakan skimming, Bank BRI akan bertanggung jawab menyelesaikannya," kata Hari dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 21 Januari 2020.

Dalam konferensi pers Sabtu lalu, BRI menyampaikan telah melakukan penyelidikan, dan akhirnya menemukan bahwa kasus ini merupakan bentuk penyalahgunaan kartu oleh pihak -pihak yang tidak bertanggung jawab. BRI menemukan fakta bahwa telah terjadi penarikan uang sebanyak tujuh kali di ATM bank lain yang berlokasi di daerah Poros Palangga dan Veteran Selatan, Makassar.

Adapun empat kali penarikan masing-masing senilai Rp 2,5 juta pada 24 Desember 2019, Pukul 23.30 WITA dan dua kali penarikan senilai Rp 2,5 juta serta sau kali penarikan senilai Rp 1 juta pada 25 Desember 2019 pukul 00.05 WITA.

"Kami menemukan bukti bahwa kejadian ini adalah penyalahgunaan kartu ATM nasabah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Presley Hutabarat Kepala BRI Kantor Wilayah Makassar seperti dikutip dari siaran pers BRI, Ahad, 2 Februari 2020.

BRI juga akan terus membantu Andi Bungawati dalam menyelesaikan masalah ini untuk menjerat pelaku melalui jalur hukum maupun penyelesaian secara kekeluargaan. "BRI akan memberikan pendampingan kepada Sdri Andi Bungawati untuk menyelesaikan masalah ini, kami berharap masalah yang dihadapi Bunga dapat tertangani dengan baik, " ucap Presley.
Sumber:Tempo.co