Terdakwa Pembawa Parang Ketawa dan Gelengkan Kepala Mendengar Keterangan Saksi

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Terdakwa Pembawa Parang Ketawa dan Gelengkan Kepala Mendengar Keterangan Saksi

Redaksi
Selasa, 07 Januari 2020
dikeprinews.com, Batam - Terdakwa pembawa parang Indra Tarigan tertawa sembari menggelengkan kepala saat mendengarkan semua keterangan saksi Vitalis dan Maria Laminde, Selasa (07/01/2020).

Vitalis menyebutkan terdakwa mendatangi rumahnya atas perintah Stevanus Pati yang merupakan suami Maria Laminde untuk membayar utang.

"Terdakwa datang dan langsung menanyakan Maria Laminde untuk menyampaikan uang kepada Maria Laminde tetapi ditangannya ada sebilah parang panjang," kata Vitalis.

Vitalis kuatir ketika melihat parang milik terdakwa, apalagi terdakwa mencari Maria Laminde. "Takut terjadi sesuatu pada Maria Laminde maka saya minta uangnya kepada terdakwa," ucap Vitalis.

Vitalis melanjutkan bahwa terdakwa menolak memberikan uang tersebut kepada dirinya. "Uang itu harus diserahkan terdakwa sendiri kepada Maria Laminde. Jangan itu bukan milikmu sembari mengangkat parang membuat suasana mencekam dan menjadi takut sebab suara terdakwa kuat," cerita Vitalis yang membuat terdakwa ketawa sambil gelengkan kepala.

Selanjutnya Vitalis memerintahkan terdakwa untuk pulang tetapi tidak dihiraukan terdakwa. "Terdakwa tetap saja menunjukkan parang itu membuat semakin ketakutan dan akhirnya melaporkan ke polisi kejadian tersebut," tutup Vitalis.

Dalam kesempatan yang sama Maria Laminde menyebutkan dalam keterangan di persidangan bahwa dirinya pada saat itu tidak di lokasi.

"Kalau saya di lokasi pasti langsung terima uang titipan dari Stevanus Pati," kata Maria Laminde.

"Bagaimana menurut terdakwa keterangan para saksi," tanya Ketua Majelis Hakim pengadilan negeri Batam Jasael Manulang.

Indra Tarigan mengatakan semua kesaksian yang disampaikan saksi Vitalis itu tidak benar.

"Tidak pernah saya ancam Vitalis menggunakan parang. Suara saya juga tidak besar, bertanya baik-baik sebab niat baik untuk serahkan uang titipan saja," sebut Indra Tarigan dihadapan majelis hakim pengadilan negeri kota Batam.

Indra Tarigan menambahkan benar saat itu membawa parang sebab baru pulang dari kebun.

"Sedikitpun tidak ada niat jahat terpikir sama saya saat membawa parang. Situasi saat itu baru saja pulang dari kebun, parang itu merupakan alat untuk berkebun dan selalu membawanya saat pergi dan pulang dari kebun," tutup Indra Tarigan. (JP)