Natuna, - Kamis, (16/01) Sekda Kabupaten Natuna Wan Siswandi, S.Sos., M.Si., dampingi bupati dan wakil menyambut kedatangan Ketua Komisi 1 DPR-RI Meutya, saat tiba di Bandara Raden Sadjad Ranai. Kunjungan Ketua Komisi 1 DPR-RI yang pertama kalinya ke Natuna itu dijadwalkan guna memastikan bahwa Natuna aman dari gangguan pihak asing. Meutya tiba di Lanud RSA pukul 10.00 WIB menggunaka pesawat Wings Air. Selain Sekda Wan Siswandi, Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si dan Wakil Bupati Dra. Ngesti Yuni Suprapti, MA., dan FKPD Natuna. Juga ikut dalam penyambutan tersebut, Pangkogubwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, Pangkoarmada I Laksmana Muda TNI Muhammad Ali, Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma TNI Nur Syawal Embun, Asintel Kogabwilhan I Laksma TNI Bambang Wahyudi. Rombongan langsung bergerak menuju Faslabuh TNI AL di Selat Lampa Kecamatan Bunguran Barat, Natuna. di KN Tanjung Datu-1101 Bakamla RI Rapat terbataspun digelar. Usai rapat dikatakan Meutya,”Kita ingin pastikan bahwa tidak ada lagi Kapal Asing yang masuk ke wilayah ZEE Indonesia”Tuturnya. Lanjut Meutya, pihaknya Komisi I DPR-RI mendukung instruksi Presiden Jokowi, dimana patroli harus dilaksanakan secara kontiniu. Serta meminta kepada Pangkogabwilhan I untuk terus menyiagakan kapal. Fungsi Legislasi dan anggaran, saat ini pihaknya sedang mempelajari peraturan dan perundang-undangan laut, bagaimana untuk menguatkan Bakamla.’Terang Anggota DPR cantik Itu. Sejak adanya kapal Nelayan China memasuki perairan Indonesia beberapa hari terakhir, Natuna yang merupakan daerah perbatasan ini menjadi viral, mulai dari Presiden, Menteri serta DPR-RI berkunjung ke-natuna. Namun, hanya satu yang belum terwujud, keinginan masyarakat natuna naik status sebagai provinsi khusus.

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Natuna, - Kamis, (16/01) Sekda Kabupaten Natuna Wan Siswandi, S.Sos., M.Si., dampingi bupati dan wakil menyambut kedatangan Ketua Komisi 1 DPR-RI Meutya, saat tiba di Bandara Raden Sadjad Ranai. Kunjungan Ketua Komisi 1 DPR-RI yang pertama kalinya ke Natuna itu dijadwalkan guna memastikan bahwa Natuna aman dari gangguan pihak asing. Meutya tiba di Lanud RSA pukul 10.00 WIB menggunaka pesawat Wings Air. Selain Sekda Wan Siswandi, Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si dan Wakil Bupati Dra. Ngesti Yuni Suprapti, MA., dan FKPD Natuna. Juga ikut dalam penyambutan tersebut, Pangkogubwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, Pangkoarmada I Laksmana Muda TNI Muhammad Ali, Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma TNI Nur Syawal Embun, Asintel Kogabwilhan I Laksma TNI Bambang Wahyudi. Rombongan langsung bergerak menuju Faslabuh TNI AL di Selat Lampa Kecamatan Bunguran Barat, Natuna. di KN Tanjung Datu-1101 Bakamla RI Rapat terbataspun digelar. Usai rapat dikatakan Meutya,”Kita ingin pastikan bahwa tidak ada lagi Kapal Asing yang masuk ke wilayah ZEE Indonesia”Tuturnya. Lanjut Meutya, pihaknya Komisi I DPR-RI mendukung instruksi Presiden Jokowi, dimana patroli harus dilaksanakan secara kontiniu. Serta meminta kepada Pangkogabwilhan I untuk terus menyiagakan kapal. Fungsi Legislasi dan anggaran, saat ini pihaknya sedang mempelajari peraturan dan perundang-undangan laut, bagaimana untuk menguatkan Bakamla.’Terang Anggota DPR cantik Itu. Sejak adanya kapal Nelayan China memasuki perairan Indonesia beberapa hari terakhir, Natuna yang merupakan daerah perbatasan ini menjadi viral, mulai dari Presiden, Menteri serta DPR-RI berkunjung ke-natuna. Namun, hanya satu yang belum terwujud, keinginan masyarakat natuna naik status sebagai provinsi khusus.

Redaksi
Kamis, 16 Januari 2020


DikepriNews.com, Natuna - Kamis, (16/01) Sekda Kabupaten Natuna Wan Siswandi, S.Sos., M.Si., dampingi bupati dan wakil menyambut kedatangan Ketua Komisi 1 DPR-RI Meutya, saat tiba di Bandara Raden Sadjad Ranai. Kunjungan Ketua Komisi 1 DPR-RI yang pertama kalinya ke Natuna itu dijadwalkan guna memastikan bahwa Natuna aman dari gangguan pihak asing. Meutya tiba di Lanud RSA pukul 10.00 WIB menggunaka pesawat Wings Air. Selain Sekda Wan Siswandi, Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si dan Wakil Bupati Dra. Ngesti Yuni Suprapti, MA., dan FKPD Natuna. Juga ikut dalam penyambutan tersebut, Pangkogubwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, Pangkoarmada I Laksmana Muda TNI Muhammad Ali, Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma TNI Nur Syawal Embun, Asintel Kogabwilhan I Laksma TNI Bambang Wahyudi.



Rombongan langsung bergerak menuju Faslabuh TNI AL di Selat Lampa Kecamatan Bunguran Barat, Natuna. di KN Tanjung Datu-1101 Bakamla RI Rapat terbataspun digelar. Usai rapat dikatakan Meutya,”Kita ingin pastikan bahwa tidak ada lagi Kapal Asing yang masuk ke wilayah ZEE Indonesia”Tuturnya. Lanjut Meutya, pihaknya Komisi I DPR-RI mendukung instruksi Presiden Jokowi, dimana patroli harus dilaksanakan secara kontiniu.



Serta meminta kepada Pangkogabwilhan I untuk terus menyiagakan kapal. Fungsi Legislasi dan anggaran, saat ini pihaknya sedang mempelajari peraturan dan perundang-undangan laut, bagaimana untuk menguatkan Bakamla.’Terang Anggota DPR cantik Itu. Sejak adanya kapal Nelayan China memasuki perairan Indonesia beberapa hari terakhir, Natuna yang merupakan daerah perbatasan ini menjadi viral, mulai dari Presiden, Menteri serta DPR-RI berkunjung ke-natuna. Namun, hanya satu yang belum terwujud, keinginan masyarakat natuna naik status sebagai provinsi khusus.