KPK Sulit Cari Harun Masiku, Firli: Kayak Cari Jarum dalam Sekam

Iklan Semua Halaman

Header Menu

KPK Sulit Cari Harun Masiku, Firli: Kayak Cari Jarum dalam Sekam

Redaksi dikeprinews.com
Senin, 27 Januari 2020
DikepriNews.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan tidak mudah mencari Harun Masiku, caleg PDIP yang menjadi tersangka kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Firli mengatakan pencarian itu ibarat mencari jarum dalam jerami. "Nyari orang itu enggak gampang memang ya, itu sama dengan cari jarum dalam sekam, oke," kata Firli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Firli mengatakan lembaganya sudah mencari sejumlah tempat yang berpotensi menjadi tempat persembunyian Harun, di antaranya Sulawesi dan Sumatera Selatan. Harun diketahui memiliki rumah di Gowa, Sulawesi Selatan yang ditinggali istrinya.

Adapun Sumatera Selatan, tepatnya Sumatera Selatan I, merupakan daerah pemilihan Harun saat maju di pemilihan legislatif 2019.

"Kami sudah cari, semua wilayah yang ada indikasi ada tempat persembunyiannya, apakah di Sulawesi, apakah di Sumatera Selatan, sudah kami lakukan semua. tapi belum ada, belum ditangkap," kata mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ini.


Firli pun tak bisa memastikan berapa lama lagi pencarian itu hingga berhasil. Namun dia mengaku yakin Harun akan tertangkap. "Pasti akan ketangkap," ujar dia.

Harun Masiku menjadi tersangka kasus dugaan suap komisioner KPU Wahyu Setiawan. Suap itu diduga terkait dengan proses penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR menggantikan caleg partai banteng yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas.

Ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 9 Januari lalu, KPK belum juga menangkap Harun. Keberadaan Harun sempat menjadi polemik lantaran Imigrasi menyatakan dia ke luar negeri pada 6 Januari 2020.

Imigrasi akhirnya mengakui Harun berada di Indonesia setelah Tempo menurunkan sejumlah laporan bukti kembalinya Harun ke Tanah Air pada 7 Januari 2020. Istri Harun pun mengatakan, pada 7 Januari suaminya sempat memberi kabar sudah berada di Indonesia. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, yang membawahi Imigrasi, berkukuh terjadi eror sistem sehingga mereka terlambat menginformasikan kembalinya Harun.
Sumber:Tempo.co