Kemenlu Pastikan Tak Ada Larangan ke Tiongkok Akibat Virus Corona

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kemenlu Pastikan Tak Ada Larangan ke Tiongkok Akibat Virus Corona

Redaksi
Senin, 27 Januari 2020
DikepriNews.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri membantah kabar telah mengeluarkan pelarangan (Travel Ban) ke Tiongkok menyusul penyebaran virus Corona (Novel Coronavirus). Jubir Kemenlu, Faizasyah, menjelaskan bahwa apa yang telah dikeluarkan pemerintah adalah travel advisory (himbauan).

"Belum ada travel ban, lebih hanya sebagai himbau kepada merkea yang ingin pergi ke Tiongkok agar hati-hati dan menghindari lokasi yang terpapar Corona," ujar Faizasyah dalam jumpa pers di Kemenlu, Senin, 27 Januari 2020.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 29 dari 31 provinsi di Tiongkok sudah dipastikan pemerintah setempat sebagai lokasi terpapar Corona. Alhasil, akses keluar dan masuk ke kawasan terpapar pun mulai dibatasi. Bahkan, 15 kota di Provinsi Hubei dalam status isolasi yang berarti kemungkinan untuk keluar ataupun masuk lebih ketat lagi.

Adapun total pasien virus Corona per hari ini sudah mencapai 2762 orang. Total korban meninggal, 80 orang, sementara yang diduga terinfeksi Corona ada 5794 orang. Dari angka tersebut, tidak ada satupun yang berasal dari WNI di Tiongkok.


Faizasyah melanjutkan, travel advisory yang dikeluarkan pihaknya bisa berubah sewaktu-waktu. Dengan kata lain, imbauan yang ada bisa berubah menjadi larangan nantinya. Hal tersebut tergantung pada perkembangan situasi di Tiongkok.

"Kementerian Luar Negeri sudah memiliki aplikasi Safe Travel. Dari aplikasi itu, bisa dilihat sejauh mana Kemenlu merekomendasikan kunjungan ke sebuah negara. Safe travel disusun berdasarkan kriteria yang jelas," ujar Faizasyah.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto. Ia menyampaikan bahwa kasus virus Corona belum dalam menjadi darurat global yang bisa mempengaruhi sepenuhnya perjalanan ke dan dari Tiongkok. Meski begitu, kewaspadaan harus tetap ada.

"Virus Corona memang perlu mendapatkan perhatian, tetapi belum menjadi darurat global. Namun, perlu diketahui bahwa strain dari Corona adalah Sars Corona dan Mers Corona. Dua itu yang harus kita waspadai," ujar Achmad perihal virus yang lebih berbahaya.

Meski Corona belum dianggap sebagai darurat global, Achmad mengatakan bahwa berbagai mekanisme antisipasi telah disiapkan, mulai dari screening hingga pelaporan ke rumah sakit.
Sumber:Tempo.co