Kebakaran Hutan di Australia Ungkap Situs Bersejarah

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kebakaran Hutan di Australia Ungkap Situs Bersejarah

Redaksi
Rabu, 22 Januari 2020
DikepriNews.com, Jakarta - Saluran air yang dibangun oleh penduduk asli Australia ribuan tahun lampau ditemukan setelah kebakaran hutan membakar vegetasi tebal di negara bagian Victoria, Australia. Saluran air itu dulunya digunakan untuk menjebak dan memanen belut untuk makanan.

Saluran air yang dinamai Bentang Budaya Budj Bim, terdiri dari saluran, dan bendungan yang dibangun dari batuan vulkanik. Budj Bim adalah salah satu sistem akuakultur tertua dan paling luas di dunia.

Menurut UNESCO bangunan ini dibangun oleh kelompok masyarakat Gunditjmara lebih dari 6.600 tahun yang lalu atau lebih tua dari piramida Mesir.

Sementara bagian tambahan dari saluran air Budj Bim itu muncul setelah kebakaran yang terjadi di Australia Desember lalu.

Perwakilan masyarakat Gunditjmara yang juga manajer proyek di organisasi nirlaba - Gunditj Mirring serta pemilik perusahaan Tradisional Aborigin, Denis Rose mengatakan sistem ini secara signifikan lebih besar daripada yang dicatat sebelumnya.

"Ketika kami kembali ke daerah itu, kami menemukan saluran yang tersembunyi di rumput dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Panjangnya sekitar 25 meter, yang merupakan ukuran yang cukup besar," kata Rose.

Dia mengatakan struktur baru lainnya yang menyerupai saluran dan kolam sekarang terlihat di lanskap yang terbakar.

"Itu merupakan sebuah kejutan karena kami bisa terus menerus menemukan situs baru yang diungkapkan oleh kebakaran," tambahnya.

Menurut situs Aboriginal Corporation, sistem akuakultur - yang merupakan bagian dari Taman Nasional Budj Bim - dibangun oleh penduduk asli menggunakan batuan vulkanik yang melimpah dari gunung berapi yang sekarang tidak aktif di daerah tersebut.

UNESCO mengatakan orang Gunditjmara menggunakan sistem untuk mengarahkan dan memodifikasi saluran air untuk memaksimalkan hasil budidaya.

Mark Mellington, manajer distrik untuk Manajemen Pemadam Kebakaran Hutan Victoria, mengatakan kebakaran di dekat taman nasional disebabkan oleh sambaran petir pada akhir Desember 2019, yang akhirnya menyebar ke sekitar 790 hektar. Untuk melindungi warisan dunia, petugas pemadam kebakaran bekerja dengan kelompok-kelompok lokal untuk mengidentifikasi situs-situs budaya yang penting, dan menggunakan Teknik yang tidak banyak berdampak ketika memadamkan api.

Gunditjmara adalah salah satu dari beberapa kelompok masyarakat adat yang dulu tinggal di bagian selatan negara Victoria sebelum pemukiman Eropa. Populasinya diyakini ribuan sebelum tahun 1800-an, tetapi berkurang secara signifikan setelah orang-orang Eropa tiba.

Rose mengatakan bahwa ia merasa lega kebakaran tidak menyebabkan kerusakan terlalu banyak di wilayah ini dibandingkan dengan bagian lain Australia, dan berharap itu akan memberikan kesempatan yang baik untuk lebih mengeksplorasi sistem akuakultur kuno.

"Selama beberapa minggu ke depan, kami berharap dapat melakukan survei warisan budaya yang komprehensif untuk memeriksa daerah-daerah yang sebelumnya tidak tercatat. Ini penting karena memberikan kehidupan yang kaya dan berkelanjutan bagi masyarakat tradisional dan merupakan hal terpenting dari kehidupan budaya kita," kata Rose.
Sumber:Tempo.co