Ahui: Bakamla Jangan Asal Sebut Arang Ilegal dan Dokumen Palsu

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ahui: Bakamla Jangan Asal Sebut Arang Ilegal dan Dokumen Palsu

Redaksi
Sabtu, 28 Desember 2019

Dikeprinews.com, Batam - Usai Bakamla menangkap kapal Tug Boat- SM XVII beserta Tongkang  Best Link-1818 yang berisikan arang milik PT. Anugerah Makmur Persada dengan Ahui dan PT. Fortindo mendapatkan tanggapan langsung dari kedua exportir arang tersebut.

Exportir PT. Anugerah Makmur Persada, Ahui mengatakan bahwa Bakamla telah menangkap arang miliknya dengan alasan bahwa arang bakau tersebut adalah ilegal.

"Perlu ditegaskan bahwa arang bakau yang diekspor oleh PT. Anugerah Makmur Persada tidak ilegal," kata Ahui saat ditemui di seputaran Nagoya, Sabtu (28/12/2019).

Ahui menegaskan bahwa semua surat-surat yang berhubungan dengan arang bakau tersebut semua asli tidak ada dokumen palsu seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI Laksamana Muda S Irawan (27/12/2019).

Ahui menambahkan jika benar menurut Bakamla dokumen palsu silahkan dibuktikan yang mana dokumen yang palsu.

Ahui juga menyebutkan total harga arang miliknya hanya berkisaran seratus juta rupiah saja, tidak ada sampaikan Bakamla harga arang bakau dua puluh empat miliyar.

"Tidak benar jika harga arang bakau sampai puluhan miliyar, arang PT. Anugerah Makmur Persada. Hanya satu kontainer saja milik saya, selebihnya milik PT. Fortindo," tutup Ahui.

Hal senada juga disampaikan oleh exportir PT. Fortindo, Harry mengatakan tidak benar jika dokumen kita disebutkan palsu.

"Semua arang bakau sudah ada suratnya yang dibeli dari koperasi wana jaya Karimun, Koperasi manggrove lestari Lingga, koperasi Silva selat panjang," kata Harry.

Harry menambahkan bahwa dirinya tidak pernah membeli arang bakau tidak jelas asal-usulnya dan tidak ada dokumennya. (Red)