Terdakwa Pencuri Kabel Telkom Dituntut Satu Tahun Sepuluh Bulan, Tidak Mencerminkan Rasa Keadilan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Terdakwa Pencuri Kabel Telkom Dituntut Satu Tahun Sepuluh Bulan, Tidak Mencerminkan Rasa Keadilan

Redaksi diKeprinewscom
Jumat, 25 Oktober 2019
dikeprinews.com, Batam - Terdakwa pencuri motor Anggiat Maruba Samosir melalui kuasa hukumnya Abraham Rodo memohon untuk diringankan oleh Majelis hakim, Kamis (24/10/2019).

Kuasa hukum terdakwa, Abraham Rodo mengatakan bahwa setuju dengan pendapat jaksa penuntut umum (JPU) sebab telah terbukti bersalah dan melanggar hukum. Namun tidak setuju dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa Anggiat Maruba Samosir dengan sangat tinggi.

"Tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan sangat tinggi merupakan bukti bahwa tidak mencerminkan rasa keadilan. Oleh karena itu tidak setuju dengan tuntutan JPU," kata Abraham saat persidangan.



Abraham menegaskan bahwa terdakwa sudah mendapatkan sangsi sosial karena sudah mendapatkan cap sebagai pelaku kriminal. Hal tersebut sudah diyakini akan mengubah perilaku terdakwa.

"Seharusnya hukum juga harus dapat menjaga hak asasi daripada terdakwa untuk memperbaiki kehidupannya di masa akan datang," terang Abraham saat membacakan pledoi dihadapan ketua majelis hakim Taufik Nainggolan dan dua hakim anggota Yona Lamerosa Ketaren, Dwi Nuramanu.

Abraham meyakini kemudian hari terdakwa akan mengubah perilakunya dan akan menjadi orang yang berguna usai menjalani hukumannya.

"Perlu diketahui majelis hakim bahwa terdakwa belum pernah dihukum," papar Abraham.

Abraham melanjutkan bahwa terdakwa juga belum sempat mendapatkan keuntungan daripada perbuatannya.

"Ditambah rendahnya pendidikan terdakwa dan masalah perekonomian yang menjadi pemicu terdakwa melakukan perbuatan yang menyalahi aturan," tutup Abraham menyampaikan pembelaan saat persidangan.

Usai dibacakan pledoi terdakwa oleh penasehat hukum Abraham Rodo, JPU Rumondang Manurung menegaskan kepada majelis hakim bahwa tetap pada tuntutan yang telah disampaikannya. (Joni Pandiangan