SPBU Persero Jual BBM Bercampur Air, Belasan Kendaraan Rusak

Iklan Semua Halaman

Header Menu

SPBU Persero Jual BBM Bercampur Air, Belasan Kendaraan Rusak

Redaksi diKeprinewscom
Jumat, 25 Oktober 2019
dikeprinews.com, Batam - Dua belas sepeda motor rusak dan enam mobil rusak usai mengisi bahan bakar minyak (bbm) bercampur dengan air di SPBU Persero Batuampar, Selasa (22/10/2019) petang.

Pengawas SPBU Persero, Edo mengatakan benar ada belasan kendaraan yang rusak setelah melakukan pengisian bbm jenis pertalite yang bercampur air di SPBU Persero.

"Kemarin ada konsumen yang komplain kepada kami karena mobilnya mogok usai melakukan pengisian bbm. Selanjutnya kami baru melakukan pengecekan terhadap sistem di SPBU ternyata alarm berbunyi pertanda air telah melampaui kadar sebesar 0,50 persen," kata Edo.


Edo juga menerangkan bahwa ada beberapa kendaraan yang harus diderek untuk dikerjakan di area SPBU Persero.

"Kemarin malam dua belas motor sudah diperbaiki dan sudah bisa digunakan kembali oleh pemiliknya. Sekarang hanya tinggal mobil saja yang harus diperbaiki," ucap Edo.

Edo sangat meyakini bahwa semua mobil yang rusak akibat mengisi minyak jenis pertalite yang bercampur air akan selesai secepatnya. "Hari ini semua mobil pasti sudah selesai dan sudah bisa berjalan seperti semula," ujar dengan nada pasti.

Edo menambahkan bahwa cukup hanya menguras semua minyak pada mobil-mobil tersebut, selanjutnya lakukan pengisian bbm kembali supaya bisa jalan seperti sediakala.

"Semua kerugian mereka akan kami tanggung, jangan kuatir," tambah Edo.

Edo meyakini bahwa setiap kendaraan tidak akan mengalami kerusakan hanya karena menggunakan BBM bercampur dengan air.

Dalam kesempatan yang berbeda salah satu konsumen, Parasit mengatakan mobilnya mogok usai mengisi pertalite dengan harga Rp. 150.000 di SPBU Persero.

"Tiba-tiba mobil mesinnya mati saat perjalanan di daerah simpang Mc. Dermott. Usut punya usut ternyata penyebabnya dari minyak yang dibeli dari SPBU Persero telah bercampur air," terang Parasit.

Parasit melanjutkan dirinya langsung mendatangi SPBU Persero untuk minta pertanggungjawaban mereka. "Ternyata saat tiba di SPBU Persero sudah ada konsumen yang mengalami nasib yang sama dengan diriku," keluh pria paruh baya.

Parasit sangat mengkuatirkan dengan kondisi mobil Toyota Rush yang telah membeli bbm bercampur dengan air. "Dampaknya sangat bahaya dan bisa dipastikan mobil akan cepat rusak," ungkap pemilik mobil BP 1542 HE.

Parasit menceritakan dirinya sangat kecewa atas kejadian yang tidak memuaskan tersebut. Namun apa mau dibilang karena semua sudah terjadi, semoga pihak SPBU Persero bertanggungjawab atas kejadian yang mengecewakan ini.

"Pekerjaan harus terbengkalai karenq harus menunggu proses perbaikan mobil sampai kembali bagus seperti semula," tutup Parasit. (JP)