-->

Iklan

Iklan

Punutupan Funtouristic Festival di Natuna.

Redaksi diKeprinewscom
Jumat, 02 Agustus 2019, 12:30 AM WIB Last Updated 2019-10-29T12:58:49Z
Natuna  – Plt. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto, menutup secara resmi kegiatan Funtouristic Festival 2019, yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), selama tiga hari terakhir. Penutupan kegiatan yang disejalankan dengan Festival Layang-layang Internasional 2019, yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ranai yang ke 148 itu, dilaksanakan di Pantai Kencana, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Rabu (31/07/2019) malam. Dalam sambutannya Plt. Gubernur Kepri, Isdianto, menerangkan, bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang bisa diandalkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri, beserta 7 (tujuh) Kabupaten/Kota yang ada. Selain dari sektor kelautan dan perikanan, migas serta pertanian. Pasalnya kata dia, sektor Migas yang saat ini menjadi salah satu penyumbang APBD Kepri, lambat laun akan berkurang, dan bahkan akan habis. Namun jika sektor pariwisata, sampai kapan pun akan tetap bisa diandalkan, jika dikelola dengan baik.


Sambutan Wabup Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti. “Bisnis Pariwisata itu tidak ada matinya,” ucap Isdianto, mengawali sambutannya. “Dan itu adalah impian terbesar saya, untuk memajukan Kepri lewat sektor pariwisata. Yang bisa kita andalkan untuk Kepri selain Migas, yaitu sektor kelautan dan perikanan serta pertanian. Namun ikan lama-lama juga akan berkurang, lahan pertanian pun juga akan berkurang, dengan pesatnya pembangunan. Namun kalau pariwisata, sampai kapanpun tetap bisa kita gali, jika dikelola dengan baik,” terang Isdiantom. Apalagi lanjut Isdianto, Kepri memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menyokong sektor pariwisata. Dari mulai wisata pantai, laut, hutan, kuliner, religi bahkan sejarah, semua ada di Provinsi yang berdiri pada tahun 2002 itu. “Tinggal kita saja mengelolanya bagaimana. Ini menjadi PR bagi kita semua, baik dari Pemerintah Provinsi maupun tujuh Kabupaten/Kota yang ada,” katanya. Isdianto berharap kepada seluruh masyarakat Kepri, khususnya Kabupaten Natuna, untuk selalu ramah dan menghargai setiap budaya orang luar yang datang ke daerah ini. Sebab, setiap dearah memiliki budaya masing-masing, yang tidak mungkin bisa dirubah.


Jadi jika banyak orang yang mau datang ketempat kita, harus kita syukuri, karena disitu akan terjadi perputaran ekonomi,” jelasnya. Isdianto juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kepri, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya tidak membuang sampah kelaut. Karena sampah-sampah yang dibuang kelaut, selain dapat merusak ekosistem, juga akan terbawa arus ke pantai. “Padahal pantai itu salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk membangun sektor pariwisata. Tapi kalau pantai kita kotor, orang pasti tidak mau berkunjung. Jadi tolong, jangan lagi buang sampah ke laut, terutama sampah plastik. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, agar orang luar betah ditempat kita, dan mau datang lagi dengan membawa keluarga dan teman-teman mereka,” pinta Isdianto. Lelaki yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah sejak dilantik menjadi Wakil Gubernur Kepri (sekarang Plt. Gubernur) itu juga berjanji, akan menjadikan Kabupaten Natuna sebagai tuan rumah pada Festival Gasing tingkat Provinsi Kepri tahun 2020 mendatang.


Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Natuna, sudah mulai berkembang. Baik yang dikelola oleh pihak swasta, maupun yang dikelola oleh Pemerintah ditingkat Desa. Hal ini menjadi awal langkah yang baik, untuk memacu pembangunan sektor pariwisata Natuna kedepan. “Kita berharap wisata Natuna semakin dikenal oleh banyak orang. Bahkan kalau bisa yang tadinya hanya kelas lokal, bisa meningkat jadi nasional sampai internasional,” harap Ngesti. Apalagi, sambung Ngesti, saat ini Natuna telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, oleh Pemerintah Pusat. Ia berharap kedepan bisa meningkat lagi statusnya, menjadi kawasan Geopark Dunia. Ia juga neminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri, melalui berbagai Instansi, agar mendukung peningkatan infrstruktur yang ada di Natuna. Khususnya bagi sarana penunjang pembangunan di sektor pariwisata. “Terimakasih kami ucapkan kepada Pemerintah Provinsi, atas dukungan terhadap berbagai kegiatan yang digelar di Natuna. Salah satunya event pariwisata ini. Namun masih banyak yang perlu kami tingkatkan, terutama dari segi infrastruktur,” sebut Ngesti. Ngesti berharap event Funtouristic Festival 2019 bisa dipertahankan dan ditingkatkan, oleh Disparbud Natuna. Karena event yang diisi dengan berbagai perlombaan, seperti lomba nyanyi lagu melayu, lomba nyuluh ikan, kicau burung, tanding gasing, festival band, layang-layang tradisional dan internasional serta berbagai perlombaan lainnya itu, diyakini dapat menyedot kunjungan wisatawan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Penutupan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Kepri dan Kabupaten Natuna, para Anggota DPRD Natuna, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta ribuan masyarakat Natuna, yang hadir memadati Pantai Kencana Ranai.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Punutupan Funtouristic Festival di Natuna.

Terkini

Iklan