-->

Iklan

Iklan

PT. ADEI PLANTATION DIDUGA MERUSAK KAWASAN SUNGAI

Redaksi diKeprinewscom
Jumat, 02 Agustus 2019, 3:46 AM WIB Last Updated 2019-10-29T12:58:47Z
Pelalawan, Dikeprinews.Com - Operasi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan masih sangat  banyak melanggar tata ruang dalam kegiatan perkebunannya, sesuai hasil inpestigasi Tim Pemerhati Lingkungan, Indonesia Duta Lingkungan (IDLH) Kabupaten Pelalawan.

"PT. ADEI PLANTATION  yang beropererasi di Kabupaten Pelalawan, dimana perusahaan perkebunan kelapa sawit ini diduga tidak memperhatikan aturan tanam terutama di area sempadan sungai, yang semestinya berdasarkan dokumen Analisis mengenai Dampak Linggkungan (AMDAL) tidak boleh ada aktivitas penanaman kelapa sawit di sepanjang aliran sungai, apalagi sampai mengalipungsikan sungai alam menjadi seperti Kanal, kondisi ini tidak sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) No 32 tahun 1990  tentang kawasan lindung dan Peraturan Pemerintah  No 38 tahun 2011 Yang mengatur tentang kriteria sempadan sungai adalah sekurang kurangnya 100 meter Sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai ,"ujar Amiruddin Yusuf Humas IDLH DPC Kabupaten Pelalawan Kepada awak media kamis 01/08/19.

"Tapi yang terjadi di lapangan bahwah  perusahaan perkebunan kelapa Sawit  PT Adei yang beroperasi di desa Telayap Kecamatan Pelalawan sepertinya tidak mengindahkan peraturan tersebut,Perusahaan Modal Asing  ini diduga  tetap menanami kelapa sawit sampai di pinggiran area sempadan Sungai Ziat", ujar Amiruddin.

"Dugaan pelanggaran tata ruang wilayah ini  berdampak terhadap ke langsungan ekosistim lingkungan terutama ekosistim sungai yang bisa mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, erosi, sedimentasi dan kekeringan yang dapat mengakibatkan terganggunya perekonomian dan tata kehidupan masyarakat,maka dari itu daya dukung sungai harus di tingkatkan", paparnya.

"Kepada dinas terkait agar menindak tegas perusahaan perkebunan kelapa sawit perusak sempadan sungai, sesuai dengan aturan yang berlaku di negara Republik Indonesia" ,ungkap Amiruddin di akhir pembicaraanya.

Dan awak media juga mengkompirmasi salah satu tokoh masyarakat desa Telayap, bapak Abu Salam, terkait keberadaan Sungai Ziat tersebut.
Pak Abu mejelaskan bahwah sungai Ziat itu masuk desa Telayap dan bermuara ke sungai Kampar di desa Sering.

"Dulu sungai Ziat itu bisa dilalui oleh sampan karna lebarnya mencapai sampai tiga meteran, dan Sungai Ziat itu merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat desa Telayap untuk mencari ikan, tapi sekarang sejak perusahaan PT. ADEI membuka perkebunan kelapa sawit, sungai itu sekarang di ubah menjadi seperti kanal buatan",ungkapnya menjelaskan.

Saat awak media mengkomfirmasi  humas PT. Adei, Budi Simanjuntak lewat nomor whatsappnya. "Langsung ajah kelapangan sama-sama kita ya pak", ungkapnya menjawab lewat  pesan Whatsapp'nya.

( Pranseda.S)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT. ADEI PLANTATION DIDUGA MERUSAK KAWASAN SUNGAI

Terkini

Iklan