DPRD Kota Batam Meyakini BP2RD Tidak Serius Bekerja Demi Meningkatkan PAD Kota Batam

Iklan Semua Halaman

Header Menu

DPRD Kota Batam Meyakini BP2RD Tidak Serius Bekerja Demi Meningkatkan PAD Kota Batam

Redaksi diKeprinewscom
Kamis, 01 Agustus 2019
Batam – Surat permohonan yang diajukan oleh DPRD Kota Batam untuk meminta data terkait siapa saja para pengusaha tempat hiburan berada di Kota Batam yang telah membayar pajak namun ditolak keras oleh Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Rabu (31 /07/2019).

Anggota Komisi 2 DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mengatakan sangat kecewa dengan perbuatan instansi Pemerintah Kota Batam khususnya BP2RD Kota Batam yang menolak permohonan untuk meminta data terkait siapa saja para pengusaha tempat hiburan di Kota Batam yang telah membayar pajak. “Wajar saja DPRD Kota Batam meminta data tersebut,” ujar Uba.

Uba menuturkan sebagai DPRD Kota Batam bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kota Batam.

“DPRD Kota Batam berniat sekali menggunakan data pembayaran pajak tersebut untuk bahan kajian untuk meningkatkan kinerja sebagai khususnya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam,” kata Uba dengan nada cemas.

Uba menambahkan BP2RD Kota Batam dengan situasi tersebut jelas sekali tidak ada niatan serius untuk bekerja meningkatkan PAD.

“Sangat dikuatirkan nanti masyarakat Kota Batam akan menuding bahwa BP2RD Kota Batam ikut serta melakukan penggelapan pajak yang dapat merugikan Kota Batam dan masyarakat,” ungkapnya.

Masih menurut Uba, jika hal tersebut tidak dicari solusinya dikuatirkan PAD Kota Batam semakin lama semakin kecil bahkan dikuatirkan tidak ada lagi.

“Solusi terbaiknya segera Pemerintah Kota Batam utamanya Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam melakukan pergantian terhadap Pimpinan BP2RD Kota Batam sebelum terlambat. Selamatkan sekarang PAD Kota Batam atau nantinya masyarakat Kota Batam akan mengalami dampak terburuknya,” tutup Uba. (Joni Pandiangan)